Langsung ke konten utama

Operasi Caesar dalam Khazanah Islam (bag 1)


Operasi Caesar (bc. sesar) dalam Khazanah Islam (bag 1)

nlm.nih.gov
Ilustrasi
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, Arab banyak memperoleh pengetahuan pengobatan dari India.

Operasi bedah caesar untuk mengambil janin yang tak bisa dikeluarkan dari rahim ibu secara normal sebenarnya bukan praktik yang asing dalam peradaban Islam sejak lama. 

Sayangnya, sejumlah catatan sejarah medis dari akhir abad lalu telah keliru karena menganggap Islam melarang operasi caesar. 

Pendapat ini telah berkali-kali dikutip tanpa memeriksa keakuratannya. Bisa jadi penyebabnya adalah secara umum penguasa Arab pada Abad Pertengahan melarang dilakukannya operasi itu.

Melalui Jurnal Medis Saudi yang terbit pada 1986, Nasim Hasan Naqvi, mencoba menelusuri berbagai naskah Islam pada abad lalu. Tujuannya untuk membuktikan bahwa Islam tidak melarang operasi caesar. Justru, Islam menjadi yang pertama yang menceritakan mengenai operasi persalinan tersebut.

Salah satu referensi mengenai operasi caesar yang paling sering dikutip, ditulis seorang dokter tentara Prancis bernama C Rique. Pada 1863, Rique menulis tentang undang-undang kesehatan di Jazirah Arab. Ia mengatakan bahwa operasi dilarang keras oleh Sidi Khalif. Tidak jelas pula siapa Sidi Khalif ini.

Lebih jauh, opini seseorang yang berasal dari abad ke-19 tidak dapat digunakan untuk meninjau kembali praktik medis periode sebelumnya. Sayangnya, pendapat Rique ini tetap saja banyak dikutip karena dipercaya sesuai dengan yang diyakini terjadi dalam sejarah medis Arab.

Pada 1944, Young dalam bukunya, “History of Caesarean Section”, menulis, “Umat Muslim benar-benar melarang itu (operasi caesar) dan menyebut setiap anak yang lahir harus dibunuh segera karena merupakan keturunan Iblis.” 

Pernyataan ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rique. Namun, tidak ada referensi ke sumber aslinya. Sebuah contoh yang lebih modern berasal dari Wright yang juga menulis pendapat serupa. Kemudian, pendapat ini diungkapkan lagi tanpa bukti nyata. 

Pada paragraf yang sama, penulis juga menyatakan tidak ada penulis medis Eropa yang menyebutkan operasi ini dalam tulisannya, contohnya Eucharius Roslin dalam “Rosegarten” yang diterbit kan pada 1513.

Postingan populer dari blog ini

Madrasah Al-Zahiriyah, Khazanah Arsitektur Islam Berbagai Dinasti (1)

Madrasah Al-Zahiriyah, Khazanah Arsitektur Islam Berbagai Dinasti (1) Kamis, 23 Agustus 2012, 21:31 WIB Komentar : 0 http://moslimonline.net Madrasah Al-Zahiriyah di Aleppo, Suriah. A+  |  Reset  | A- REPUBLIKA.CO.ID, Selama ini masyarakat dunia hanya mengenal Andalusia, Kordoba, Baghdad, Kairo, Damaskus, dan Istanbul sebagai kota-kota penting dalam sejarah peradaban Islam.  Tidak demikian halnya dengan Aleppo, kota yang terletak sekitar 350 kilometer sebelah utara Ibukota Suriah.  Padahal, di kota ini terdapat peninggalan sejarah peradaban Islam seperti benteng-benteng, pintu gerbang, pasar-pasar tradisional, rumah peristirahatan, masjid, tempat pemandian umum, rumah sakit, dan madrasah (sekolah). Sama halnya dengan Damaskus, Aleppo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kota tertua di dunia. Aleppo terletak di persimpangan sejumlah jalur perdagangan yang padat. Bahkan, Aleppo termasuk rute 'Jalan Sutra' sejak milenium...

Operasi Caesar Bag 4

Operasi Caesar dalam Khazanah Islam (4-habis) nlm.nih.gov Ilustrasi A+  |  Reset  | A- REPUBLIKA.CO.ID, Dalam riwayat kronologis negara, al-Biruni menceritakan tiga referensi operasi caesar.  Dia menulis bahwa Kaisar Augustus (63 SM-14 Masehi) dilahirkan dengan cara operasi caesar setelah ibunya meninggal.  Pernyataan tersebut membalikkan kepercayaan umum yang keliru yang menyebutkan Julius Caesar lahir saat ibunya masih hidup. Al-Biruni juga menyebutkan pemimpin sebuah revolusi melawan penguasa Samanid Nasr II (914-943 Masehi) dari Transoxiana, Ahmad Ibnu Sahl, dilahir kan secara caesar.  Bukti yang paling penting dan unik bisa ditemukan di salah satu dari 24 gambar dalam naskah ini. Gambar ini memberikan gambaran yang jelas mengenai operasi caesar. Naskah ini juga dikenal sebagai buku berilustrasi pertama tentang operasi caesar. Penyair Persia termasyhur Firdawsi (935-1025 M) tercatat telah menyelesaikan naskah puisinya, Shahnama. Deng...

Model Menara di Eropa dan Timur Tengah (1)

Model Menara di Eropa dan Timur Tengah (1) Rabu, 15 Agustus 2012, 22:02 WIB Komentar : 0 mvmtravel.com Menara Masjid Aleppo di Suriah. A+  |  Reset  | A- REPUBLIKA.CO.ID, Di awal perkembangannya, gaya arsitektur menara Masjid Damaskus dan Masjid Nabawi telah menjadi trend-setter.  Pola menara kedua masjid itu telah direplikasi dan dicontoh masjid-masjid hingga berbagai penjuru negeri Muslim melintasi dataran Arab hingga ke Andalusia. Dalam perkembangannya, desain arsitektur menara masjid pun menjadi beragam. Gaya dan bentuk menara itu biasanya disesuaikan dengan budaya dan kondisi wilayahnya.  Secara umum, terdapat lima bentuk dan gaya menara masjid, yakni menara klasik, menara variasi, menara segi empat, menara spiral, dan menara silinder. Menara klasik memiliki desain yang khas. Lantai dasarnya berbentuk segi empat, naik ke atas menjadi oktagonal (segi delapan) dan kemudian diakhiri dengan tower silinder yang dipuncaki den...